Spiritualitas

Hidup dalam kebimbangan

guamaria-kaliori | Selasa, 23 April 2013 - 09:16:19 WIB | dibaca: 470 pembaca

"Orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami" Bimbang merupakan pengalaman manusiawi; banyak orang pernah berada di dalam kebimbangan. Dalam kebimbangan itu orang hanya dapat duduk, tertunduk, termangu; suasana hati penuh dengan keraguan, rasa cemas atau takut, tidak tau harus mengambil sikap; tidak yakin di dalam melangkah. Orang mengalami kebimbangan saat akan menentukan arah hidup di masa depan, saat akan memilih jalan yang akan dilalui, saat akan mempercayakan diri pada seseorang, saat apa yang diharapkan dan diangankan ternyata berbeda dengan kenyataan riil. Orang memerlukan suatu kepastian di dalam banyak hal, termasuk iman atau percaya akan Mesias, Sang Penyelamat. Kenyataan bisa terjadi bahwa seseorang sudah sudah dipermandikan sejak usia kanak-kanak, berkali-kali masuk ke dalam gereja, rajin mengikuti ibadat atau upacara liturgi, mengalami pendidikan di Sekolah Katolik, tetapi toh masih bisa mengalami kebimbangan dalam soal iman. Bagaimanapun juga, kebimbangan harus dihadapi dan bukan dihindari; kebimbangan harus diatasi; kebimbangan harus diubah menjadi kepastian dengan cara bertanya, mendengar, membaca, mencari informasi, mendalami berdasar berbagai macam referensi; sikap aktif kreatif diperlukan, dan bukannya kemalasan.

Sumber : RD Tarcisius Puryatno

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)